Saturday, December 3, 2011

Konsep Dasar Teknologi Informasi dalam BK

A.      Latar Belakang Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan. Implikasinya adalah bahwa, proses dalam pendidikan tidak akan berhasil secara optimal tanpa adanya campur tangan bimbingan dan konseling atau sebaliknya. Berkenaan dengan tugas pelaksana bimbingan dan konseling yaitu konsleor, kemampuan atau kualitas pribadi konselor yang sifatnya profesional menjadi standar utama dalam keberhasilan melakukan layanan bimbingan dan konseling. Supaya proses layanan tersebut dapat berjalan dengan baik dan diakui oleh klien sebagai hal yang nyaman, maka konselor seyogyanya memikirkan dan menciptakan cara-cara, strategi maupun metode baru dalam pelayanan konseling sehingga sifatnya inovatif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pribadi konselor dalam aspek penguasaan teknologi, pengembangan pemikiran yang inovatif, serta menghilangkan image negatif di lapangan, yang mengatakan konselor sebagai polisi sekolah maupun kinerja konselor sama dengan guru mata pelajaran.
Sementara itu, kehadiran teknologi informasi dalam konteks bimbingan konseling dapat dijadikan sebagai media baru (new media) untuk membantu individu mengarahkan diri dan menyelesaikan masalah dalam hidup. Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode, seperti: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya.
Sejak awal dicetuskannya gerakan bimbingan, layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya logika, pemikiran, pertimbangan dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (McDaniel dalam Prayitno, 2003). Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat “multireferensial”. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling, seperti psikologi, ilmu pendidikan, statistik, evaluasi, biologi, filsafat, sosiologi, antroplogi, ilmu ekonomi, manajemen, ilmu hukum dan agama.
Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling, baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling selain dihasilkan melalui pemikiran kritis para ahli, juga dihasilkan melalui berbagai bentuk penelitian. Sejalan dengan perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi berbasis komputer, sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam bimbingan dan konseling. Menurut Gausel (Prayitno, 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan karier dan bimbingan dan konseling pendidikan.
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam bentuk “cyber counseling”. Dikemukakan pula, bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling.
Dengan adanya landasan ilmiah dan teknologi ini, maka peran konselor didalamnya mencakup pula sebagai ilmuwan sebagaimana dikemukakan oleh McDaniel bahwa konselor adalah seorang ilmuwan. Sebagai ilmuwan, konselor harus mampu mengembangkan pengetahuan dan teori tentang bimbingan dan konseling, baik berdasarkan hasil pemikiran kritisnya maupun melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian. Berkenaan dengan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia, Prayitno (2003) memperluas landasan bimbingan dan konseling dengan menambahkan landasan paedagogis, landasan religius dan landasan yuridis-formal. Landasan paedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi, yaitu: (a) pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan; (b) pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling; dan (c) pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan layanan bimbingan dan konseling.

B.       Sarana dan Prasarana Teknologi Informasi dalam BK
Perkembangan teknologi dan informasi di zaman yang semodern ini menyajikan berbagai macam kemudahan dan efisiensi dalam mencapai suatu tujuan yang terkait dengan pemanfaatannya. Khusunya dalam bimbingan dan konseling, dalam beberapa segi dan aspek layanan BK akan bisa tersalur dengan cepat dan efesien apabila bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Adapun piranti/alat yang bisa mendukung penggunaan teknologi informasi dalam BK dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
1.      Kemampuan Penguasaan Teknologi Informasi
Penguasaan teknologi dan informasi tidak semudah membalikan telapak tangan, namun untuk menguasainya dibutuhkan pelatihan-pelatihan yang secara khusus dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan tersebut yang secara khusus pemanfaatannya mengarah pada sarana penunjang layanan BK. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Mengikuti kursus komputer dan internet
b.      Mengikuti pelatihan-pelatihan yang terkait dengan pengembangan kemampuan TI.
c.       Mengikuti seminar, lokakarya, workshop atau sejenisnya yang secara khusus bertemakan penguasaan teknologi informasi.
d.      Belajar secara mandiri melalui buku pedoman, CD pembelajaran yang terkait dengan penguasaan TI.
2.      Piranti Teknologi Informasi dalam BK
Dibutuhkan berbagai sarana pendukung untuk mewujudkan pemanfaatan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling. Adapun sarana tersebut diantaranya, yaitu: Komputer (PC) atau Notebook (Laptop) dan aplikasinya, jaringan Internet dan aplikasinya, Modem, Printer, LCD, Televisi, Telepon dan sejensinya.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment